PEMANFAATAN PROGRAM POWERPOINT DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 NAINGGOLAN
OLEH
MUARAPUTRA SINAGA,S.Pd
NIP : 400 061 298
SMP NEGERI 1 NAINGGOLAN
JL. PELAJAR No: SIRUMAHOMBAR
NAINGGOLAN
Karya Tulis
PEMANFAATAN PROGRAM POWERPOINT DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 NAINGGOLAN
Mengetahui /Menyetujui
Kepala Sekolah
TAMBOR HUTABARAT, S.Pd
NIP. 131 263 228
KATA PENGANTAR
Seraya memanjatkan puji dan syukur kehadirat TYME karena penulis menyadari bahwa berkat rahmat dan hidayatnya penulis dapat menyelesaikan karya tulis dengan judul ”Pemanfaatan Program Powerpoint Dalam Pembelajaran Sejarah Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Nainggolan” .
Karya tulis ini disusun dalam rangka memenuhi persyaratan lomba guru berprestasi kabupaten Samosir. Sehubungan dengan tersusunnya karya tulis ini penulis dapat mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang membantu dan membimbing penulisan ini. Secara khusus penulis menyampaikan terima kasih kepada :
1. Yth, Bapak Tambor Hutabarat,S.Pd, Kepala SMP Negeri 1 Nainggolan.
2. Rekan-rekan guru-guru SMP Negeri 1 Nainggolan.
Mudah-mudahan amal dan jasa baik mereka diterima oleh TYME, dan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda. Amin dan semoga karya tulis ini bermanfaat, khususnya bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini masih terdapat kekurangan dan kelemahannya, oleh karena itu, kritik dan saran para pembaca akan penulis terima dengan senang hati demi penyempurnaan karya tulis ini di masa yang akan datang.
Nainggolan, September 2009
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Abstrak
B. Pendahuluan
C. Metodologi
BAB II MENGKAJI EKSISTENSI MATA PELAJARAN SEJARAH
A. Melihat Minat Belajar Siswa Dalam Mempelajari Mata Pelajaran Sejarah
B. Penggunaan Media Pembelajaran Sejarah Dengan Powerpoint Dan Hasil Belajar Siswa
BAB III KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. ABSTRAK
Muaraputra Sinaga, S.Pd, guru mata pelajaran sejarah, Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Nainggolan. “PEMANFAATAN PROGRAM POWERPOINT DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 NAINGGOLAN”,
Berawal dari proses belajar mengajar sejarah yang penulis alami sendiri di sekolah, terlihat bahwa minat belajar siswa terhadap materi pelajaran sejarah sangat minim, ditambah lagi dengan kecilnya angka ketuntasan dalam penguasaan materi pelajaran. Hal ini memunculkan keinginan penulis untuk melakukan penelitian dengan melaksanakan sendiri beberapa perubahan dalam cara penyajian materi pelajaran, dengan harapan pertama yaitu adanya perubahan minat belajar mata pelajaran sejarah siswa ke arah yang lebih baik. Perubahan cara pembelajaran itu dilakukan dengan perbaikan pada penggunaan media pengajaran yang diubah kearah penggunaan media berbasis tekhnologi dan informasi yaitu dengan memanfaatkan program Microsoft office powerpoint.
Untuk pembuktian apakah minat belajar siswa mengalami peningkatan maka penulis melakukan wawancara dengan siswa. Sedangkan untuk melihat tingkat keberhasilan dan penguasaan materi pelajaran sejarah penulis juga malakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK),secara sederhana. Dan dalam hal ini dilakukan dalam 3 siklus. Hasil penelitian akan di bandingkan dari tiap siklusnya dengan indikator keberhasilan siswa yaitu dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Kesimpulan yang dapat diambil adalah, bahwa mata pelajaran sejarah bila dikemas dengan penggunaan media pengajaran yang menarik, dalam hal ini dengan penggunaan media berbasis tekhnologi dan informasi yaitu dengan memanfaatkan program Microsoft office powerpoint ternyata dapat meningkatkan minat belajar dan penguasaan materi pelajaran siswa. Hal ini terbukti dari ketuntasan penguasaan materi pelajaran yang lebih baik.
B. PENDAHULUAN
Pendidikan adalah hal penting dan paling mempengaruhi perkembangan, kemajuan setiap bangsa. Seluruh komponen dalam dunia pendidikan haruslah didukung dan digerakkan demi kemajuan tingkat intelektualitas, dan moral siswa. Setiap mata pelajaran yang diberikan harus mendukung dua hal tersebut, karena kemajuan intelektual dan kedewasaan moral yang akan mempengaruhi masa depan bangsa.
Rumpun Ilmu sosial memberikan sebuah wawasan kemasyarakatan dan pemahaman tentang kehidupan bermasyarakat. Sebagai contoh ialah ilmu sosiologi yang diberikan pada siswa akan memberi gambaran baginya tentang kehidupannya di masyarakat, ilmu sejarah memberi cakrawala berfikir tentang kehidupan masa lalu yang mempengaruhi kehidupan sekarang dan memberi andil bagi kehidupan masa datang. Begitu juga dengan bidang ilmu-ilmu sosial lainnya. Walaupun demikian sejauh ini masyarakat masih menilai ilmu eksak yang mendapat penilaian lebih di banding ilmu sosial, meski sebenarnya dalam prinsip ilmu pengetahuan bahwa semua ilmu itu sama.
Sejarah sebagai salah satu mata pelajaran rumpun ilmu sosial, dewasa ini mengalami berbagai masalah, teritama peneurunan minat siswa untuk mempelajarinya secara sungguh-sungguh dan maksimal. Penurunan minat siswa dalam belajar sejarah ini memang seyogyanya harus diteliti dahulu, tapi dari segi pantauan penulis di lapangan memang fenomena itulah yang terjadi. Dari penelusuran yang penulis lakukan dapat dilihat pada Web Forum Upi, juga terlihat hal yang sama, yaitu “mata pelajaran sejarah bukan mata pelajaran yang disukai”, sehingga muncul berbagai pendapat tentang pelajaran ini diantaranya :
“Supaya pelajaran sejarah jadi menyenangkan dan diminati, jangan jadikan pelajaran sejarah hanya sebagai pelajaran mengingat tanggal peristiwa. Tapi siswa pun mesti dilibatkan secara emosi.
Kalau bisa, pelajaran sejarah di sampakan secara visual. Lewat permainan drama, nonton film atau mengunjungi pelaku sejarah di kelas buat bercerita, sepertinya ini lebih menarik.
Sajian buku pelajarannya jangan seperti buku biasa, tapi di buat seperti buku cerita.
Dan sejak awal, menjelaskan kepada siswa tentang manfaat belajar sejarah. Misalnya, apa makanan kesukaan Hitler? bagaimana cara Hitler "menembak" Eva B? hal-hal yang lebih personal, supaya mereka tertarik.
Generasi muda yang kurang paham sejarah tidak kenal lagi dengan kiprah perjuangan Bung Karno, Bung Hatta, Sisingamangaraja XII, Yamin Ginting, Tan Malaka, dan lain-lain . Sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan semangat belajar dan ketertarikan siswa maka perlul dilakukan perbaikan cara pengajaran dengan memanfaatkan sarana multimedia, komputer, dan berbagai sarana tekhnologi informasi modern, yang telah memberi berbagai kemudahan dalam proses pembelajaran, serta menjadikan mata pelajaran ini lebih real / nyata, berwarna, dan menarik.
Untuk mendapatkan fokus dan tujuan utama tulisan dan penelitian sederhana ini maka ditetapkan judul penelitian ini “PEMANFAATAN PROGRAM POWERPOINT DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 NAINGGOLAN” dengan beberapa pertanyaan penelitian yang ingin di jawab yaitu:
a. Apa penyebab kurangnya minat siswa dalam mempelajari mata pelajaran sejarah?.
b. Apakah penggunaan media belajar berbasis tekhnologi informasi dan komunikasi khususnya penggunaan Microsoft office powerpoint dapat membantu meningkatkan minat siswa dalam belajar mata pelajaran sejarah?.
c. Apakah pemanfaatan media belajar dengan powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar siswa?.
Dari jawaban-jawaban penelitian ini diharapkan mampu memberikan peluang penyelesaian masalah pada kurangnya ketertarikan siswa dalam mempelajari mata pelajaran sejarah, serta melihat apakah dengan penggunaan media pembelajaran dengan powerpoint dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Pada prinsipnya dalam tulisan ini terdapat dua penelitian yang ingin di sajikan yaitu bagaimana memperkenalkan dan memaksimalkan media pembelajaran berbasis tekhnologi dan informasi yang diterapkan dalam penyajian mata pelajaran sejarah sehingga ketertarikan siswa dalam mempelajari mata pelajaran sejarah makin meningkat dan berusaha melihat hasil dari penerapan itu dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas secara sederhana.
Dalam penelitian ini terdapat usaha untuk mendeskripsikan prestasi belajar siswa pada pembelajaran sejarah yang diajar dengan menggunakan media powerpoint. Penelitian melibatkan 40 orang siswa SMP Negeri 1 Nainggolan Kelas VII-1 (kelas unggulan) pada semester 1 tahun pelajaran 2009/2010. Pemilihan kelas VII-1 (kelas unggulan) sebagai sampel penelitian dikarenakan adanya penilaian guru-guru mata pelajaran lain bahwa kelas ini memiliki keunggulan atau kelebihan dari kelas reguler, dimana mereka adalah hasil seleksi ketat pihak sekolah. Pengumpulan data untuk melihat ketertarikan siswa terhadap mata pelajaran sejarah yang penulis lakukan adalah dengan tekhnik observasi yaitu pengumpulan data dengan pengamatan, wawancara, dokumentasi. Selanjutnya dilakukan tes essay untuk mengetahui hasil belajar siswa. Dan dilanjutkan dengan pengolahan data, agar bisa didapatkan kesimpulan-kesimpulan yang diharapkan mampu menjawab keingintahuan penulis terhadap permasalahan ini.
Tulisan dan penelitian sederhana ini diharapkan dapat pula membuka cakrawala berfikir guru-guru sejarah dalam usaha meningkatkan kemampuan anak didik dalam penguasaan materi pelajaran dengan menggunakan media berbasis tekhnologi informasi dan komunikasi sehingga penilaian mata pelajaran sejarah ketinggalan zaman, penilaian mata pelajaran sejarah jauh dari tekhnologi dan tidak menarik dapat di hilangkan.
C. METODOLOGI
Untuk pengkajian pembelajaran sejarah agar lebih dipahami maka kita perlu melihat beberapa teori dan konsep diantaranya: konsep belajar, media pembelajaran, hasil pembelajaran, dan minat
Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku atau kecakapan manusia berkat adanya interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungannya sehingga mereka lebih mampu beriteraksi dengan lingkungannya .
Dari pengertian tersebut ada kata “change” maksudnya bahwa seseorang yang telah mengalami proses belajar akan memahalami perubahan tingkah laku baik dalam kebiasaan (habit), kecakapan-kecakapan (skills) atau dalam tiga aspek yaitu pengetahuan (kognitif), sikap (affektif), dan keterampilan (psikomotor).
Dalam membantu memperlancar serta mempermudah terciptanya proses belajar mengajar yang optimal maka diperlukan media yang menarik. Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Namun hal itu mulai mengalami perubahan dan perkembangan, Sekitar pertengahan abad ke-20 an usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahir alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.
Media memiliki beberapa fungsi, diantaranya :
1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknya yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.
2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena : (a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan
5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak
Terdapat berbagai jenis media belajar, diantaranya:
1. Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
2. Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
3. Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
4. Projected motion media : film, televisi, video, in focus (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya .
Kehadiran media elektronik seperti komputer, ditambah in focus untuk penayangan, sebagai media belajar merangsang guru untuk lebih bisa memanfaatkanya sebagai sarana penunjang yang menarik. Multimedia sebagai alternatif pembelajaran dinilai akan mempengaruhi seluruh komponen pendidikan untuk lebih bijak, lebih maju dan lebih baik. Yang jelas kehadiran sarana multimedia cukup memberi warna pada proses pendidikan di kelas. Bahkan menurut pandangan siswa, mata pelajaran sejarah biasanya dinilai kuno, ketinggalan zaman, kurang menarik. Guru hendaknya berpandangan, multimedia sebagai alternatif untuk menanggulangi masalah tersebut bahkan menjadikannya sebagai sarana pokok dalam pembelajaran, eksistensi dan kehadirannya sangat diperlukan. Meski demikian siswa sangat memerlukan arahan dan bimbingan guru. Sehebat apapun alat peraga yang paling canggih, peran guru tetap yang akan menentukan .
Pada bagian awal, yang ingin dilihat adalah bagaimana dengan perubahan minat belajar siswa untuk mata pelajaran sejarah, yang sebelumnya masih dinilai kurang, kita harapkan dapat meningkat. Minat ialah suatu pemusatan perhatian yang tidak disengaja yang terlahir dengan penuh kemauannya dan yang tergantung dari bakat dan lingkungan (Sujanto Agus : 1981). Dalam belajar diperlukan suatu pemusatan perhatian agar apa yang dipelajari dapat dipahami; Sehingga siswa dapat melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak dapat dilakukan. Terjadilah suatu perubahan kelakuan .
Untuk melihat hasil yang dicapai dari penggunaan media berbasis multi media dalam pembelajaran sejarah, maka peneliti juga malakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom action research (CAR), walaupun dengan tahapan dan pelaksanaan yang sederhana, sehingga terlihat apakah dengan pemanfaatan program powerpoint dalam pembelajaran sejarah di sekolah menengah atas dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Penelitian tindakan kelas adalah action research yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Penelitian Tindakan pada hakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan-riset-tindakan-riset-tindakan…”, yang dilakukan secara siklus, dalam rangka memecahkan masalah, sampai masalah itu terpecahkan. Ada beberapa jenis Penelitian Tindakan, dua di antaranya adalah individual action research dan collaborative action research (CAR) .
Adapun siklus PTK sederhana yang dilakukan dalam penelitian ini dilakuakan dalam dua siklus dengan beberapa langkah sebagai berikut: perencanaan, penerapan, observasi dan evaluasi, serta refleksi yang diterapkan di kedua siklus penelitian.
BAB II
MENGKAJI EKSISTENSI MATA PELAJARAN SEJARAH
A. MELIHAT MINAT BELAJAR SISWA DALAM MEMPELAJARI MATA PELAJARAN SEJARAH
Mata pelajaran sejarah adalah satu mata pelajaran rumpun ilmu sosial yang makin tersisihkan, bahkan dengan keluarnya Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP). Dalam aturan yang dijelaskan Departemen Pendidikan Nasional yaitu Permendiknas nomor 22 tahun 2006, mata pelajaran sejarah di sekolah menengah pertama mengalami penyusutan jam pelajaran yang dikurangi menjadi 1 jam pelajaran pada kelas I (kelas VII),kelas II (kelas VII) dan kelas III (kelas IX) . Bahkan kuliah di jurusan-jurusan rumpun ilmu sosial.
Bukan hanya itu, selain makin berkurangnya jam mata pelajaran sejarah di sekolah, mata pelajaran ini pun tidak diikutkan pada mata pelajaran yang masuk dalam Ujian Nasional (UN). Sehingga makin mempengaruhi minat siswa untuk mempelajari mata pelajaran secara maksimal. Sedangkan dari segi urgensinya mata pelajaran sejarah memiliki misi penting untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang kehidupan masa lalu bangsanya, seperti ungkapan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya”, apabila para siswa tidak mendapatkan ilmu sejarah, bagaimana siswa mengetahui akan pahlawannya, bagaimana mengetahui akan masa lalu bangsanya.
Penggunaan media pembelajaran merupakan salah satu hal yang akan mendukung keberhasilan siswa dalam menguasai materi pelajaran. Sejauh ini masih banyak guru yang mengandalkan media-media pembelajaran yang sederhana, walau sebenarnya dunia pendidikan telah mengalami berbagai kemajuan dan perkembangan yang diperuntukkan bagi kemajuan pendidikan itu sendiri. Berbagai jenis media pembelajaran berbasis tekhnologi informasi dan komunikasi makin berkembang, mulai dari penggunaan komputer, pemanfaatan jaringan internet, pemutaran film untuk beberapa materi pelajaran, dan salah satunya adalah dengan pemamfaatan program Microsoft office powerpoint dalam penyajian materi pelajaran
Dari penjelasan diatas, jelas bahwa mata pelajaran sejarah perlu mendapat sentuhan, dunia teknologi inforamasi dan komunikasi sehingga mata pelajaran ini menjadi menarik untuk di pelajari dan lebih mudah dipahami. Demi pencapaian hal yang semacam itu maka memang sangat diperlukan semangat dan keinginan guru untuk mau mencari, mamanfaatkan media internet, komputer, sebagai sumber ilmu dengan penggunaan Microsoft office powerpoint untuk menyajikan materi pelajaran sejarah.
Khusus untuk mata pelajaran sejarah penggunakan program Microsoft office powerpoint dalam pembelajaran diharapkan akan membantu tercapainya tujuan pembelajaran, yaitu meningkatnya pemahaman siswa tentang materi pelajaran yang dibuktikan dengan baiknya nilai yang diperoleh, dengan minimal penguasaan sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Namun ada sedikit kendala yaitu masih adanya guru-guru yang belum terbiasa menggunakan komputer sebagai alat bantu pembelajaran. Padahal idealnya untuk menarik perhatian dan minat peserta didik terhadap pembelajaran sejarah harus dibuat tampilan media pembelajaran yang unik, menarik, baik warna, teks, bentuk dan ilustrasinya.
Temuan penelitian sederhana yang penulis dapatkan adalah dengan penggunaan sarana tekhnologi informasi dan komunikasi dalam menyampaikan materi pembelajaran, tampak perubahan minat dan semangat siswa. Sebagai contoh: saat di tampilkan di dalam ruangan kelas, semua murid terdiam sejenak memperhatikan materi yang disampaikan. Terlihat disana adanya penayangkan gambar-gambar, temuan-temuan manusia purba di Indonesia ”.
Siswa menyampaikan bahwa dengan penggunaan powerpoint, belajar sejarah menjadi lebih menyenangkan, karena kami bisa memahami materi tanpa harus membaca buku berulang kali. Perubahan minat dan ketertarikan ini dapat dipengaruhi oleh beberapa kebiasaan dan hal yang umum dilakukan guru mata pelajaran sejarah yaitu : materi pelajaran sejarah biasanya hanya mengandalkan buku panduan atau buku pokok, catatan harian siswa, bahan tertulis dari guru. Dengan materi yang kaku dan tidak interaktif itu pada dasarnya dapat menyebabkan kejenuhan siswa dalam usahanya mempelajari materi pelajaran sejarah. Namun dengan penggunaan komputer, terutama powerpoint terhadap pembelajaran sejarah pastinya akan membuat tampilan media pembelajaran yang unik, menarik, baik warna, teks, gambar, foto, bentuk dan ilustrasi, menyebabkan masalah ketertarikan terhadap tampilan pembelajaran dapat di atasi.
Media powerpoint yang penulis gunakan juga menggunakan penunjang lain, yaitu internet. Di berbagai situs dapat di akses foto-foto, gambar-gambar tentang materi pelajaran sejarah sehingga bisa di masukkan kedalam tampilan media powerpoint. Media yang dibuat dengan program microsof powerpoint, diolah lagi menjadi lebih interaktif dengan menggunakan beberapa hyperlink, pada bagian materi mana yang ingin diperdalam, maka siswa dapat meng”klik” atau memilih pada tampilan monitor komputer. Interaksi antara siswa dengan media digunakan untuk memacu keingin tahuan siswa dalam melihat, memahami dan materi yang disajikan secara utuh.
B. PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH DENGAN POWERPOINT DAN HASIL BELAJAR SISWA
Untuk melihat apakah memang penggunaan media berbasis tekhnologi informasi dan komunikasi yang menggunakan program Microsoft powerpoint ikut mempengaruhi tingkat pemahaman dan penguasaan materi pelajaran sejarah yang dikuasai siswa maka di mulai melakukan langkah-langkah penelitian tindakan kelas sederhana :
A. Siklus Pertama ( siklus 1).
1) Perencana :
a. Menyusun, mempersiapakan penyajian materi dengan metode ceramah.
b. Menyusun RPP dan satuan pelajaran.
c. Menyiapkan bahan, alat dan media pembelajaran, dalam hal ini penulis menggunakan media chart dari kertas Koran, yang berisi penjelasan tentang materi pelajaran.
d. Menyiapkan lembar observasi dan alat evaluasi.
2) Tindakan :
a. Melaksanakan metode ceramah dalam penyajian materi pelajaran.
b. Penekanan pada kegiatan awal, inti dan akhir.
3) Observasi dan evaluasi :
a. Selama guru mengajar dilakukan observasi untuk melihat keaktifan siswa oleh teman sejawat.
b. Dialakukan evaluasi hasil belajar sejarah dengan pemberian tes essay kepada siswa.
4) Refleksi:
a. Hasil obserfasi dan evaluasi di analisis untuk meliht kekurngan dan kelemahannya.
b. Mencari modifikasi baru bagi perbaikan metode yang digunakan dalam penyajian materi pelajaran sejarah yang akan dilakukan pada siklus II (namun dalam hal ini penulis telah mempersiapakan materi pembelajaran dengan penggunaan media powerpoint.)
B. Siklus Kedua ( ke-2)
1) Perencana :
a. Menyusun, mempersiapakan penyajian materi dengan metode ceramah dengan menggunakan media pembelajaran powerpoint.
b. Menyusun RPP dan satuan pelajaran.
c. Menyiapkan bahan, alat dan media pembelajaran, dalam hal ini penulis menggunakan media chart dari kertas Koran, yang berisi penjelasan tentang materi pelajaran.
d. Menyiapkan lembar observasi dan alat evaluasi.
2) Tindakan :
a. Melaksanakan metode ceramah dalam menyampaikan materi pelajaran yang tersaji dengan media power point.
b. Penekanan pada kegiatan awal, inti dan akhir.
3) Observasi dan evaluasi :
a. Selama guru mengajar dilakukan observasi untuk melihat keaktifan siswa, yang dilakukan oleh teman sejawat.
b. Dilakukan evaluasi hasil belajar sejarah dengan pemberian tes essay kepada siswa.
4) Refleksi:
a. Hasil obserfasi dan evaluasi di analisis untuk melihat kekurangan dan kelemahannya.
b. Mencari modifikasi baru bagi perbaikan metode yang digunakan dalam penyajian materi pelajaran sejarah yang akan dilakukan pada siklus II (namun dalam hal ini penulis telah mempersiapakan materi pembelajaran dengan penggunaan media powerpoint.)
Dari pelaksanaan dua siklus pembelajaran sejarah yang dilakukan maka dilanjutkan pada pengolahan data dengan mencari rata-rata nilai yang diperoleh siswa kelas VII (kelas unggulan). Rumus sederhana yang digunakan untuk melihat nilai rata-rata siswa dalah :
Indikator keberhasilan yang penulis tetapkan adalah keberhasilan pencapaian kelas pada nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah disepakati yaitu penguasaan minimal mencakup 68 % materi pelajaran.
Setelah dilakukan dua siklus untuk melihat hasil dari proses pembelajaran ternyata peningkatan rata-rata nilai hasil belajar disara masih belum mencukupi atau mencapai target KKM, maka diputuskan melanjutkan dengan siklus 3.
Siklus tiga secara umum pelaksanaan tahapan-tahapan yang dilakukan sama dengan siklus satu dan dua, tapi dalam tahap tindakan terdapat perubahan yang paling menonjol yaitu materi pelajaran langsung di masukkan ke komputer masing-masing siswa, mereka dapat membuka dan mengulang lagi materi yang ingin mereka ulang kembali.
Hasil, evaluasi dari pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam tiga siklus itu adalah:
Hasil dari siklus satu yaitu:
Rata-rata pencapaian nilai siswa setelah diberikan materi pembelajaran sejarah dengan metode ceramah, masih jauh dari KKM yang diharapkan. Pencapaian nilai rata-rata siswa baru 51,05 sedangkan KKM yang diharapkan adalah 68. Jadi masih perlu banyak perbaikan dan perubahan demi penigkatan hasil balajar siswa.
Jika kita menghiting dari jumlah siswa yang telah mencapai ketuntasan maka pada siklus satu ini penulis melihat secara objektif bahwa nilai siswa yang diharapkan mencapai ketuntasan masih sangat jauh dari yang diharapkan. Baru 6 orang yang memperoleh nilai lebih atau sama dengan KKM. Atau kalau dihitung dari persentasenya baru 15,3% yang mencapai ketuntasan.
Hasil Dari Siklus Dua yaitu:
Setelah dilakukan siklus ke dua terdapat peningkatan rata-rata hasil belajar siswa dari siklus pertama. Rata-rata nilai siswa yang pada siklus pertama 51,05 menjadi 59,97. Jadi terjadi peningkatan hasil belajar siswa sebesar 1,17%.
Sedangkan untuk jumlah siswa yang mencapai ketuntasan makin meningkat, dari siklus pertama yang baru 6 orang, pada siklus ke dua ini menjadi 14 orang, yaitu 35,9% dari jumlah siswa kelas VII (kelas unggulan).
Walaupun terdapat peningkatan, hasil ini belumlah dinilai maksimal, sehingga dilakukan teknik pembelajaran sesuai dengan siklus ke tiga.
Hasil Dari Siklus Tiga yaitu:
Pada siklus ini terdapat perubahan yang cukup penting yaitu, dimasukkannya materi pelajaran ke dalam komputer siswa di ruang multi media, mereka bisa melihat materi lagi, mengulang secara madiri. Materi mana yang dirasa kurang paham mereka bisa melihat lagi materinya selain dapat juga menanyakan kepada guru mata pelajaran.
Pada siklus ketiga ini perubahan yang terjadi cukup besar dimana pencapaian penguasaan siswa telah mencapai KKM yang diharapkan, malahan dapat sedikit melebihi KKM. Rata-rata nilai siswa 69.94, yang artinya mengalami peningkatan lagi dari siklus ke dua sebanyak 1,17%. Dari hasil siklus ketiga ini baru lah terlihat bahwa rata-rata nilai siswa telah sesuai dengan yang diharapkan yaitu mencapai KKM yang telah ditetapkan, bahkan dapat melebihi.
Pada siklus ke tiga ini jumlah siswa yang telah mencapai ketuntasan meningkat lagi dari siklus ke II menjadi 35 orang yaitu 89,7% dari jumlah siswa. Walaupun tak dapat dipungkiri masih ada beberapa siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan yang dalam hal ini di kelas VII-1 (kelas unggulan) sebagai kelas penelitian masih terdapat 4 orang atau 10,2% yang belum mencapai KKM.
Peningkatan pencapaian nilai siswa dari siklus pertama sampai ke siklus ke tiga adalah : 18,89 %. Dari hasil ini penulis melihat bahwa dengan penggunaan media belajar powerpoint telah membantu siswa dalam pencapaian penguasaan materi pelajaran mereka. Sehingga dalam hal ini penulis menilai bahwa penggunaan media pembalajaran dengan format powerpoint ini dapat terus dilaksanakan dan di kembangkan, demi peningkatan kemampuan siswa dalam menguasai materi pelajaran.
Untuk lebih mudahnya melihat perubahan dan kejuan dari pelaksanaan tiga siklus penelitian tindakan kelas yang dilakukan, kita dapat melihatnya dari tabel berikut.
Analisis Perbandingan Siklus PTK
No Keterangan Siklus I Siklus II Siklus III
1 Nilai rata-rata siswa kelas VII-1 (kelas unggulan) 51,05 59,97 69.94
2 Nilai yang telah mencapai ketuntasan minimal (KKM)/ 6 orang 14 orang 35 orang
3 Nilai yang belum mencapai ketuntasan minimal (KKM)/ 33 orang 25 orang 4 orang
Jika kita lihat dari jumlah siswa yang telah mencapai ketuntasan maka dapat dilihat bahwa dari proses pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan media powerpoint dibanding dengan cara penyajian materi ceramah dan media yang sederhana, terlihat jelas bahwa media powerpoint dapat membantu peningkatan hasil belajar dan ketuntasan siswa dalam pencapaian dalam pencapaian penguasaan materi pelajaran sejarah.
BAB III
KESIMPULAN
Dari penelitian sederhana ini penulis dapat menarik beberapa kesimpulan, diantaranya :
a. Mata pelajaran sejarah makin tersisihkan dalam rumpun ilmu pengetahuan di dunia pendidikan Indonesia, sehingga ikut mempengaruhi minat siswa untuk mempelajarinya secara optimal.
b. Penggunaan media pengajaran berbasis tekhnologi komunikasi dan informasi pada pelajaran sejarah dapat meningkatkan minat dan ketertarikan siswa untuk mempelajari materi pelajaran. Hal ini terbukti dari antusias siswa dalam proses pembelajaran.
c. Media pembelajaran dengan powerpoint dalam mata pelajaran sejarah dapat mengurangi penilaian kuno dan ketinggalan zaman terhadap mata pelajaran ini.
d. Media pengajaran berbasis tekhnologi komunikasi dan informasi, yang dalam hal ini memanfaatkan program Microsoft office powerpoint, telah membantu peningkatan penguasaan materi pelajaran sejarah. Terbukti dengan meningkatnya persentase ketuntasan siswa dalam materi pelajaran ini.
DAFTAR PUSTAKA
Akhmad Sudrajat, “Media Pembelajaran”, http://akhmadsudrajat.wordpress.com
BURHANUDDIN ,SOEJOTO, “ Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Upaya Meningkatkan Minat Belajar Geografi Melalui Model Pembelajaran “GROUP INVESTIGATION” Kelas XI IPS SMA Muhammadiyah II Mojosari – Mojokerto” http://ptkguru.wordpress.com/
Santoso, 2009. “Konsep dasar Penelitin Tindakan Kelas”, Bengkulu: FKIP UNIB.
Forum Diskusi UPI , http://forum.upi.edu/
“Jam Mata Pelajaran Perlu Ditambah”, http://www.antara-sumbar.com
“Mengupas Tuntas Penelitian Tindakan Kelas “‘http://labschool-unj.sch.id/”
“Penelitian Tindakan Kelas yang Efektif”, http://www.radarsemarang.com/
Rambat Sasongko, 2009. “Aplikasi Penelitian Tindakan Kelas”, Bengkulu: Pascasarjana Manajemen Pendidikan.
“Teori Pembelajaran”, http://www.lingkaranilmu.co.cc
Wawancara dengan Arief Delfiawan, Senin 18 Mei 2009.
Wawancara dengan Juni Kurnia N, Senin 18 Mei 2009.
Zakaria, 2009. “Penyusunan Artikel Ilmiah”, Bengkulu: FKIP UNIB.
8 bulan yang lalu









0 komentar:
Poskan Komentar